Rabu, 13 Juni 2012

Class untuk Object Oriented Programming (OOP)


1. Pengertian OOP
Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP adalah
pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas
atau proses dari program tersebut. Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan
adanya interaksi pengiriman nilai, pesan atau pernyataan antar objek. Kemudian
objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan
atau aksi (methode).
Class
Calss merupakan gambaran atau abstraksi karakter dan sifat dari suatu objek. Class
juga dapat mendefinisikan ciri dan perilaku objek tersebut.
Object
Object (objek) adalah suatu data atau entitas yang berwujud maupun tidak berwujud,
memiliki sifat (karakteristik) tertentu sesuai dengan kondisi atau status dari
penggunaannya. Data atau entitas di dalam pemrograman dapat disebut dengan blok
fungsi.
Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis, warna,
panjang dan lain-lain.
Methode
Metoda merupakan tata cara objek tersebut diperlakukan, atau penggunaan atau
manfaat dari objek tersebut.
Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan, digunakan dan lainlain.

1. Keuntungan Penggunaan OOP
Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan OOP adalah:
1. Natural
OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala
sesuatu yang nyata, seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda
tersebut.
2. Modular
Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek
yang lain, seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan
kelompok pensil, kelompok buku dan lain-lain.
3. Mudah diperbaharui
Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public, maka
jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui
dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public.
4. Dapat didaur ulang
Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis, bentuk, ciri maupun perilaku
dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. Misalkan objek rumah yang
memiliki ciri umum ada pintunya, jendelanya, atapnya, temboknya dan lian-lain,
dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masingmasing
seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya, ketebalannya, warna
catnya dan lain-lain.
2. Tata Cara Penggunaan Pemrograman Berbasis
Obyek:
1. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut obyek
2. Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif
3. Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh
obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah
Bentuk umum dari kelas:
Contoh deklarasi :


Pernyataan diatas digunakan untuk mendefinisikan variabel bernama sport.
Pada C++ variabel seperti sport berkedudukan sebagai variabel kelas yang biasa
disebut dengan objek.
Pada sebuah kelas, item-item di dalamnya bisa bersifat private atau public. Secara
default, semua item di dalam kelas bersifat private. Jadi tanpa menuliskan kata kunci
private, semua item di dalam kelas sudah private.
A. Public pada kelas
Public (public) menyatakan bahwa deklarasi variabel atau item-item yang ada di dalam kelas dapat diakses dari luar kelas.


B. Private pada Kelas
Private digunakan pada kelas untuk memproteksi anggota-anggota tertentunya agar
tidak dapat diakses dari luar kelas secara langsung


2. Konstruktor
Konstruktor (constructor) merupakan suatu fungsi dari anggota suatu kelas
yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas fungsi itu berada.
Konstruktor ini digunakan untuk mengalokasikan ruang untuk suatu objek dan untuk
memberikan nilai awal.


3. Destruktor
Destruktor merupakan suatu fungsi anggota yang dijalankan secara otomatis
manakala suatu objek akan terbebas dari memori karena lingkup keberadaannya telah
menyelesaikan tugasnya.
Destruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dan diawali
karakter tilde(~) atau karakter tak terhingga.
Destruktor digunakan secara khusus manakala suatu objek menggunakan
memori dinamis selama keberadaannya dan kemudian melepaskan memori itu
setelah tidak menggunakannya lagi.


4. Array pada Kelas
Anggota dari suatu kelas dapat pula berupa array. Berikut ini contoh anggota
dari suatu kelas yang berupa array.


5. Karakterisitk OOP
Di dalam penggunaan konsep pemrograman yang berbasis objek atau yang
disebut Object Oriented Pemrograman (OOP), haruslah memiliki karakteirstik.
Adapun karakteristik tersebut adalah memiliki sifat turunan atau pewarisan
(Inheritance), satu nama memiliki banayak sifat atau perilaku (Polymorphism),
pembungkusan sifat dari objek yang berbeda (Encapsulation). Berikut akan
dijelaskan karakteristik OOP tersebut:
1. Inheritance
Inheritance memungkinkan programmer untuk "menurunkan" sebuah class
menjadi class lain yang lebih spesifik dan memiliki fungsi yang lebih komplit.
Inheritance merepresentasikan hubungan "seperti" atau "sejenis" (a kind of). Sebagai
contoh, sebuah perahu motor adalah seperti perahu namun dengan kemampuan lebih,
yakni memiliki motor. Contoh lain adalah kendaraan jenis mobil (sebagai super
class) dan memiliki tipe sport (sebagai subclass), bila digabung menjadi mobil sport.
Ketika kita menurunkan sebuah class dari class yang lain, class yang baru
akan mewarisi semua attribute dan method dari class yang sudah ada. Class yang
sudah ada disebut dengan base class atau super class atau parent class dan class
yang baru disebut dengan derived class atau subclass, atau child class. Dengan
inheritance, kita dapat men daur ulang program kita atau bahkan men daur ulang
program orang lain agar sesuai dengan kebutuhan kita.
Tanpa inheritance, kelas merupakan sebuah unit yang berdiri sendiri.
Inheritance akan membentuk suatu konsep dimana jika konsep yang diatas berubah
maka perubahan akan juga berlaku pada yang ada dibawahnya. Inherate sangat mirip
dengan hubungan orang tua dengan anak. Manakala suatu kelas menerima warisan,
semua anggota data dan fungsi juga akan menerima warisan, walalupun tidak
semuanya akan dapat di akses oleh anggota fungsi dari kelas.

Di dalam C++ penentuan akses pada inheritance ada tiga macam, yaitu :
1. Public
Penentuan akses berbasis public menyebabkan anggota dari public dari sebuah
kelas utama akan menjadi anggota public kelas turunan dan menyebabkan juga
anggota protect kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan, namun untuk
anggota kelas private tetap pada private kelas utama.
2. Private
Penentu akses berbasis private menyebabkan anggota dari anggota public dari
kelas utama akan menjadi anggota protect kelas turunan, dan menyebabkan
anggota dari kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan, namun untuk
anggota kelas private tetap pada private kelas utama.
3. Protected
Penentu akses berbasis protect menyebabkan anggota dari anggota protect dan
public dari kelas utama akan menjadi anggota private dari kelas turunan.
Anggota private dari kelas utama selalu menjadi anggota private kelas utama.
Pada waktu mendeklarasikan suatu kelas, anda dapat menandai bahwa suatu
kelas berasal dari mana, yaitu dengan tanda titik dua (:) setelah nama kelas, tipe
asalnya bias berupa public atau yang lainnya dan dari kelas mana berasal. Berikut

penulisan sintaksisnya:
Class kucing_besar : Public predator


2. Polymorphism
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk
merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya
melatih lumba-lumba saya dengan perintah untuk meloncat dan juga saya melatih
burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk
merespon kepada mereka dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu
bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan.
Dengan cara dan kemampuan seperti ini, jenis akses tertentu dapat
diterapakan dengan berbagai cara oleh objek-objek yang memiliki tipe yang berbeda
atau memiliki banyak bentuk. Fungsi virtual merupakan dasar dari polymorphism
yang berkerja hanya dengan pointer-pointer dan referensi dan hanya
mendeklarasikan method sebagai virtual.

Adapun aturan dari virtual function sebagai berikut:
1. Virtual function harus anggota class.
2. Anggota class bukan anggota yang bersifat statis.
3. Anggota class dapat diakses dengan pointer objek.
4. Virtual function tidak dapat memiliki virtual constructor, akan tetapi dapat
berupa virtual destructor.


3. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah
sebuah proses dimana tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan
hidden. Jika ingin mendapat data, maka harus berinteraksi dengan objek yang
bertanggung jawab atas dara tersebut. Berikut cirri dari encapsulation:
1. Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus agar terlindungi
2. Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah dibungkus tadi perlu
interface
3. Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses terhadapnya dapat ditentukan.
4. Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan perluasan dari tipe data
struktur
Dua hal dalam enkapsulasi :
1. Information hiding
2. Menyediakan perantara (method) untuk mengakses data
Pada intinya, encapsulation adalah pemisahan antara bagian private dan
public pada sebuah objek. Atau, dapat dipandang sebagai pemisahan antara interface
(bagian private) dan implementation (bagian public).
Objek-objek lain yang hendak berinteraksi dengan objek ini akan mengirimkan
sebuah pesan (message) dan objek ini akan mengerjakan sesuatu dan mengirimkan
pesan balik sebagai jawaban jika diperlukan.
Keuntungan utama dari encapsulation tentu saja adalah penyembunyian
implementasi (implementation hiding). Dengan implementation hiding, kita dapat
memperbaiki bagaimana objek kita bekerja tanpa harus khawatir bagaimana
menginformasikan perubahan tersebut ke objek-objek yang lain. Selama kita tidak
merubah interface dari objek kita, objek-objek yang lain akan tetap dapat
menggunkan objek kita.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar